Dengan ini kami atas nama keluarga "Sate Ayam Asli Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobikun" dengan sangat memohon bantuan doa yang insyaallah istri kami akan menjalani operasi caesar besok hari Sabtu.. semoga ini memang keputusan yang terbaik untuk semuanya. amin
Dan untuk itu 2 minggu ini sate kami tutup sementara.
Terimakasih atas perhatiannya.
Kamis, 24 Maret 2011
Minggu, 06 Maret 2011
Asisten Baru
Menjelang kelahiran anak kami yang ke dua ini, alhamdulillah bisa dapet asisten untuk menggantikan sementara waktu... Secara selama ini kami berdua (irfan dan endri) sepasang suami istri yang sedang terus belajar dan belajar menggeluti hal yang santa baru bagi kami mengerjakan sendiri dari mulai pemotongan, penusukan sampai penjualan.
Nah, Minggu2 ini adalah waktu penantian si kecil lahir, agar kami bisa lebih tenang dan stand sate ponorogo yang mangkal di gasibu setiap Minggu ini bisa terus berjalan, alhamdulilah ketemu juga...
Minggu ini adalah hari pertaman asisiten ikut ternyata dengan pengalamannya sudah bisa langsung tanpa canggung melayani dan meracik pesanan-pesanan para pelanggan dan para tamu.
Nah, Minggu2 ini adalah waktu penantian si kecil lahir, agar kami bisa lebih tenang dan stand sate ponorogo yang mangkal di gasibu setiap Minggu ini bisa terus berjalan, alhamdulilah ketemu juga...
Minggu ini adalah hari pertaman asisiten ikut ternyata dengan pengalamannya sudah bisa langsung tanpa canggung melayani dan meracik pesanan-pesanan para pelanggan dan para tamu.
Minggu, 20 Februari 2011
Ada yang kurang nih!

Seperti biasanya Sate Ayam Ponorogo Jebolan H. TUkri Sobikun yang mangkal setiap hari Minggu pagi sampai siang di perempatan Cimanuk-Cilaki (Pojok Taman Lansia) dekat wisata kuda Gasibu Bandung ini memposting beberapa komentar yang terucap dari para pengujung yang memang dari minggu ke minggu selalu banyak pengujung baru sehingga komentarnyapun juga baru!!
Keluarga yang kompak memakai batik diatas kalo dlilihat dan didengar dari logatnya sih bukan orang jawa, kemungkinan sumatraan sana, meski demikian sang ayah sewaktu menunggu pesanannya bertanya kepada kami:" ini Sate Ponorogo Asli bu?"
Kamipun menjawab:"iya pa!"
Sang ayah bertanya lagi:"Biasanya bumbunya beda dengan yang lain ya bu?"
Memang pa, saus kacang spesial pa, kami jawab.
Bumbu kacangnya halus ga bu? tanyanya lagi
Iya pa, silahkan dicoba nanti!
Dari pembicaraan yang cukup singkat tadi, sayapun menanyakan: Bapak dari POnorogo?
Bukan, tapi saya sering ke Ponorogo dan tidak lupa untuk menikmati makanan khas kota reog yang satu ini jawabnya.
ooo, pantas saja dari semenjak datang dan dari pembicaraan sebelumnya, bapak yang satu ini sudah kenal betul dengan sate Ponorogo.
Dan terakhir setelah mereka menyantap habis sate kami, tak sungkan kami pun ingin tahu komentarnya: bagaimana pa satenya?
Enak, tapi kurang.... kurang banyak bu!!! serentak bapak dan ibunya menjawab
alhamdulillah kalo begitu, dan kalo kurang yang itu mah, silahkan memesan lagi pa selagi persediaan masih ada. ha ha ha ha
Terimakasih atas kedatangan dan pemesanananya kami ucapkan, baik pengunjung lama atau pengujung baru, semoga berkenan dan ditunggu kedatangannya Minggu depan insyallah atau pesanan di luar hari MInggu, silahkan hubungi kami di 022-7235093 atau 0818310213 atas nama irfan
Minggu, 13 Februari 2011
Supaya Ibu bapak mertua bisa mencicipi

Alhamdulillah Minggu kemarin Stok sate ayam Ponorogo yang kami bawa habis tak bersisa tepat pada pukul 09.50 WIB, bagaimana tidak, Minggu pagi kemarin bebarapa pengunjung sudah ramai di stand kami untuk menikmati makanan khas kota Reog ini, baik pelanggan yang sudah beberapa kali datang juga pengunjung baru yang memang tidak asing lagi dengan sate ponorogo ini, secara mereka mayoritas asli orang Jawa Timuran, mulai dari Kediri, Malang, Surabaya, Sidoarjo yang sudah menetap di Bandung juga Jakarta.
Nah, seperti biasanya biar Blog ini makin hidup sengaja kami ponstingkan beberapa komentar atau pengalaman2 yang kami temui selama menjalankan usaha sate ini dari Minggu ke Minggu.
1. Penikmat Sate Ponorogo Special KULIT
Seingatku terakhir beliau menikmati sate kami waktu natalan, beliau memesan untuk acara tersebut dan baru datang kembali Minggu kemarin..
Pada saat itu kami langsung menanyakan bagaimana respon tamu yang menikmati sate kami saat itu yang kebetulan kami beri lebih banyak bumbu kacangnya alias bonus secara beliau suka banget.
Nenek cantik itupun lansung memberi komentar: Laris manis sampai kehabisan alias peminat dengan sate yang dipesen ga sebanding, saya sedikit menyesal kenapa waktu itu tidak pesan 500 tusuk sekalian secara beliau malu baru sebentar acara udah ludes disantap para tamu... (syukur dan terimaksih kalo responnya baik, ditunggu pesanan selanjutnya ya bu..)
Kali ini 2 nenek cantik ini minta bungkus dengan besek mungil dan bumbu kacang kering sebanyak 60 tusuk campur, 2 porsi dimakan di tempat dan 2 porsi dibawa pulang dengan bumbu cair...
Terimaksih sudah datang kembali ke tempat kami, dan kami akan lebih siap dan senang kalo ibu bisa telfon sebelumnya kalo memang ingin menikmati sate kami di hari MInggu dengan jumlah yang banyak, sehingga pengunjung lain yang datang bisa menikmati juga... he he he alias tidak kehabisan dalam waktu yang masih pagi.....
2. Berpindahnya jalur turun angkot
Seperti biasanya bapak dan ibu pelanggan setia sate daging yang setiap Minggu selalu mampir dan tentunya memesan sate ke stand ini datang agak siang dari biasanya, dan ternyata angkutan kota yang biasa mereka naiki jadi agak jauh dari stand kami, awalnya bisa turun di jalan Diponegoro sekarang kok diturunkan di jalan Surapati. Duh, lumayan juga tuh jalan kaki dari Telkom Surapati ke tempat kami.,,
Terimakasih bapak ibu, semoga dengan bertambahnya jarak jalan bisa lebih mempersehat bapak dan ibu...
3. Ayah asli Surabaya
Beberapa kali mba cantik yang satu ini mbungkus sate special daging+lontong untuk dinikmati dirumah bersama keluarganya yang berdomisili di Cikutra.
Ternyata mba yang mengaku pegawai ini keturunan orang Jawa Timuran, yang dari karena itu sudah tidak asing lagi dengan Sate Ponorogo, secara di Surabaya juga sudah banyak dan tentunya mengenal sate Ponorogo.
kali ini mba minta mbungkus 4 porsi sate daging + lontong. Terimakasih ya mba atas kunjungannya, do'akan semoga kami bisa punya tempat sendiri agar supaya bisa buka sate setiap hari amin.
4. Biar bapak juga ibu mertua bisa mencicipi Sate Ponorogo
3 porsi dimakan di tempat, 2 porsi untuk dibawa pulang agar supaya bapak juga ibu mertua yang berdomisili di Cibangkong bisa mencicipi makanan khas Ponorogo ini, pesan bapak muda.
Bapak muda yang tinggal di Jakarta satu ini sangat-sangat tidak asing dengan Sate Ponorogo, secara beliau bercerita kalo sudah melanglangbuana ke sekitar Ponorogo, baikNgebel, Sawo juga kota-kota besar di Jawa Timur yang lainnya.
Matur suwun pa atas kunjungannya.
5. Sate Ponorogo Manis ya???
dari sekian banyak pengunjung yang datang untuk menikmati sate ponorogo kami, sepertinya juga banyak beberapa dari mereka yang ingin coba-coba alias penasaran karena belum pernah mencoba, diantaranya komentar bapak yang satu ini:
"Satenya manis ya bu?"
"Iya pa, memang dominan manis, karena memang banyak mengandung gula merah, mulai dari campuran bumbu 7 rupa ada gulanya, celupan pada saat pembakaraan ada gulanya, juga saus kacang yang disiram sudah jelas pake gula. Jadi memang dominan manis pa, tapi gimana pa, cocok?
Iya, lumayan enak, habis juga kok.... beliau menjawab.
Kami ucapkan terimaksih kepada seluruh pengujung, ditunggu kedatangannya lagi, dan posting kali ini juga tidak sempat kami ambil foto dokumentasi, secara pengujung datang dengan waktu yang tidak ada jeda, kamipun tidak sempat untuk mengambil foto mereka.
Monggo, monggo ditunggu bagi yang kuangen sama sate ponorogo atau pengen incip-incip di Gasibu Bandung tepatnya perempatan jalan Cilaki-Cimanuk (pojok taman lansia) dekat wisata kuda.
Untuk pemesanan Senin-Jum'at mininal 300 tusuk, sedang Sabtu dan MInggu bisa minimal 100 tusuk dengan menghubungi via telfon 2 tau 1 hari sebeluymnya, hubungin kami di 022-7235093 atau 0818310213 atas nama Irfan.
Sabtu, 12 Februari 2011
Info dari Jepang, minta diantar ke Hotel Hyaat Bandung
Tadi malam seorang ibu yang mengaku bernama Shofi menelfon kami untuk memesan Sate Ayam POnorogo special daging (paha dan dada) untuk diantar ke Hotel Hyatt Bandung jam 12.oo
Alhamdulillah pesanan bisa diantar tepat waktu meski sempat miskomunikasi, secara Bu Shofi yang memesan masih ada acara di ITB, walhasil kami menunggu informasi selanjutnya untuk bisa bertemu dengan si pemesan.
Alhamdulillah sejam kemudian beliau mengabarkan bahwa sudah ada di Hotel, segera kamupun meluncur kesana.
Tak lama kami nenunggu di lobi, Bu shofipun menegur kami:" Pa irfan ya?"
Mungkin terlihat saja kalo kami membawa besek imut pesananan sate ponorogonya.
Wah, ternyata beliau mendapat no kontak kami dari kakaknya yang berdomisili di Jepang, menurut ceritanya, beliau pernah mengalami masa kecil di POnorogo tepatnya bertetanggaan dengan Bu Tukri Sobikun, sehingga tidak asing lagi dengan makanan khas POnorogo yang satu ini, untuk mengobati rasa rindunya terhadap sate ponorogo ini maka mumpung beliau ada di bandung segera beliau memesan sate kami untuk dibawa ke Jakarta secara memang beliau tinggal di Jakarta.
Terimaksih atas pesanannya bu Shofi, semoga berkesan.... dan bisa mengobati rasa rindunya..
Terimakasih pula kami ucapkan kepada kakak bu Shofi yang telah memberi informasi kepada adiknya akan keberadaan kami dari Jepang nan jauh disana.
Inilah salahsatu manfaatnya ada teknologi, sehingga blog atau apapun itu bisa semakin dekat untuk mendapat informasi.
Duh, saking asyiknya ngobrol sampai lupa minta dokumentasi..., walhasil uploadnya tanpa foto deh...
Alhamdulillah pesanan bisa diantar tepat waktu meski sempat miskomunikasi, secara Bu Shofi yang memesan masih ada acara di ITB, walhasil kami menunggu informasi selanjutnya untuk bisa bertemu dengan si pemesan.
Alhamdulillah sejam kemudian beliau mengabarkan bahwa sudah ada di Hotel, segera kamupun meluncur kesana.
Tak lama kami nenunggu di lobi, Bu shofipun menegur kami:" Pa irfan ya?"
Mungkin terlihat saja kalo kami membawa besek imut pesananan sate ponorogonya.
Wah, ternyata beliau mendapat no kontak kami dari kakaknya yang berdomisili di Jepang, menurut ceritanya, beliau pernah mengalami masa kecil di POnorogo tepatnya bertetanggaan dengan Bu Tukri Sobikun, sehingga tidak asing lagi dengan makanan khas POnorogo yang satu ini, untuk mengobati rasa rindunya terhadap sate ponorogo ini maka mumpung beliau ada di bandung segera beliau memesan sate kami untuk dibawa ke Jakarta secara memang beliau tinggal di Jakarta.
Terimaksih atas pesanannya bu Shofi, semoga berkesan.... dan bisa mengobati rasa rindunya..
Terimakasih pula kami ucapkan kepada kakak bu Shofi yang telah memberi informasi kepada adiknya akan keberadaan kami dari Jepang nan jauh disana.
Inilah salahsatu manfaatnya ada teknologi, sehingga blog atau apapun itu bisa semakin dekat untuk mendapat informasi.
Duh, saking asyiknya ngobrol sampai lupa minta dokumentasi..., walhasil uploadnya tanpa foto deh...
Selasa, 08 Februari 2011
Taburan irisan cabe Rawit

Sebenarnya sudah beberapa pengujung yang kami sediakan irisan cabe rawit untuk ditaburi diatas sate + lontong yang sudah disiram saus kacang karena permintaan mereka sendiri..
Nah pengalaman Minggu kemarin, saya khususnya ingin mencoba menaburi irisan cabe rawit tersebut untuk makan pagi di hari Minggu yang sebelumnya belum berani alias agak takut kalo liar langsung cabenya, secara penjualnya juga masih sangat suka dan menikmati sate ayam buatan sendiri... Alhamdulillah!!!
Wah........ ternyata bener sekali apa yang terlontar dari komentar mereka para pengunjung yang meminta irisan cabe rawit!! Sensasi Pedas yang membuat mata dan lidah langsing melotot bangun!!! Asli uenak tenan.......
Belum percaya???? Silahkan mencoba!!!
Pembuatan saus kacang yang cukup dan tidak begitu pedas memang sengaja kami buat, agar supaya semua orang bisa langsung menikmati, baik anak kecil maupun orang dewasa, nah untuk pecinta sate yang memang senang pedas sudah kami siapkan irisan cabe rawit yang bisa ditaburi diatas satenya...
Mengapa irisan cabe rawit dan bukan sambel?
untuk sementara kami lebih cocok memilih irisan cabe rawit langsung agar citarasa saus kacang dan sate tidak berubah..... Sedang untuk sambelnya kami sendiri belum mencobanya.
Kalo foto yang ini adalah tenda biru baru yang kami sediakan agar para pengujung yang andhok (makan ditempat) jauh lebih nyaman dari sebelumnya, secara kalo sudah siang lumayan panas dan sekarang alhamdulillah sudah tidak lagi.
Silahkan yang ingin mencoba makanan khas Ponorogo yang satu ini, datang dan nikmati setiap hari Minggu pagi sampai siang di Gasibu Bandung tepatnya diperempatan Cilaki-Cimanuk (Pojok Taman Lansia) dekat wisata kuda. atau hubungi kami di 022-7235093
Senin, 31 Januari 2011
Made in Bandung, Resep asli Ponorogo
Ada-ada saja komentar para pengunjung yang menikmati Sate Ayam Ponorogo Jebolan H. Turkri Sobikun yang standby di perempatan Cilaki-Cimanuk tepatnya di Pojok Taman Lansia Gasibu Bandung (daerah wisata kuda) yang buka setiap hari Minggu pagi sampai siang ini....
Seperti beberapa pengunjung yang lainnya yang kebetulan baru pertama kalinya menikmati makanan khas Ponorogo ini bertanya: "Apa yang membedakan sate Ponorogo dengan sate-sate pada umumnya?"
berikut beberapa penjelasan yang kami sampaikan:
1. Bumbu kacang ( saus kacang yang disiram diatas sate)
2. Bumbu 7 rupa yang diuleni pada irisan ayam sebelum proses penusukan
3. Celupan gula merah dalam proses pembakaran
4. Irisan yang khas, penusukan sate menurut katagori-katagorinya (daging, ati ampela dan kulit)
5. Tak lupa kami sampaikan tusuk yang terbuat dari lidi dan pembakaran sate yang khas dan unik yang sampai sekarang masih diimport dari Ponorogo, secara di bandung masih belum kami temukan keberadaannya.
Setelah kami menjelaskan beberapa perbedaan yang sangat mencolok dibanding dengan sate-sate pada umumnya, bapak yang telihat sangat ramah dan humoris ini lansung menyeletuk dengan tegas tapi dengan nada guyon alias bercanda:"Berarti yang ASLI cuma Tusuk sate dan pembakaraannya saja donk?????"
ha ha ha ha, sambil terseyum kami jawab:"Tentunya pa, secara bahan baku yang dibuat memang dibeli dan diproses di Bandung tapi yang pasti dengan menggunakan RESEP ASLI dari Ponorogo si empunya resep langsung pa!"
Kalo ayamnya dan bahan baku yang lainnya juga masih import wahhhh ga bakal bisa setiap Minggu buka pa! Seketika kami semua tertawa geli....
ini dia pose bapak ramah nan harmonis beserta keluarganya setelah menikmati dan berbincang2 sebentar bersama kami..

Kalau bapak yang satu ini beliau domisili di Kopo Bandung yang kebetulan ibunya asli Madiun, beliau mencaritakan beberapa pengalaman beliau dalam menikmati Sate Ayam POnorogo di beberapa tempat di bandung....

Keluarga dibawah ini juga asli Ponorogo, yang memang sangat tidak asing lagi bahkan nampak kuangen dengan makanan khas Ponorogo yang satu ini, ibunya berkomentar: Sudah enak, tapi kurang pedes bumbu kacangnya.
Memang kami sengaja membuat bumbu kacang yang tidak begitu pedas, agar anak2 juga bisa menikmatinya, nah untuk orang dewasa yang menginginkan sensasi pedas kami siapkan irisan cabe.

Terimakasih atas semua kunjujngannya semoga berkenan..
Seperti beberapa pengunjung yang lainnya yang kebetulan baru pertama kalinya menikmati makanan khas Ponorogo ini bertanya: "Apa yang membedakan sate Ponorogo dengan sate-sate pada umumnya?"
berikut beberapa penjelasan yang kami sampaikan:
1. Bumbu kacang ( saus kacang yang disiram diatas sate)
2. Bumbu 7 rupa yang diuleni pada irisan ayam sebelum proses penusukan
3. Celupan gula merah dalam proses pembakaran
4. Irisan yang khas, penusukan sate menurut katagori-katagorinya (daging, ati ampela dan kulit)
5. Tak lupa kami sampaikan tusuk yang terbuat dari lidi dan pembakaran sate yang khas dan unik yang sampai sekarang masih diimport dari Ponorogo, secara di bandung masih belum kami temukan keberadaannya.
Setelah kami menjelaskan beberapa perbedaan yang sangat mencolok dibanding dengan sate-sate pada umumnya, bapak yang telihat sangat ramah dan humoris ini lansung menyeletuk dengan tegas tapi dengan nada guyon alias bercanda:"Berarti yang ASLI cuma Tusuk sate dan pembakaraannya saja donk?????"
ha ha ha ha, sambil terseyum kami jawab:"Tentunya pa, secara bahan baku yang dibuat memang dibeli dan diproses di Bandung tapi yang pasti dengan menggunakan RESEP ASLI dari Ponorogo si empunya resep langsung pa!"
Kalo ayamnya dan bahan baku yang lainnya juga masih import wahhhh ga bakal bisa setiap Minggu buka pa! Seketika kami semua tertawa geli....
ini dia pose bapak ramah nan harmonis beserta keluarganya setelah menikmati dan berbincang2 sebentar bersama kami..

Kalau bapak yang satu ini beliau domisili di Kopo Bandung yang kebetulan ibunya asli Madiun, beliau mencaritakan beberapa pengalaman beliau dalam menikmati Sate Ayam POnorogo di beberapa tempat di bandung....

Keluarga dibawah ini juga asli Ponorogo, yang memang sangat tidak asing lagi bahkan nampak kuangen dengan makanan khas Ponorogo yang satu ini, ibunya berkomentar: Sudah enak, tapi kurang pedes bumbu kacangnya.
Memang kami sengaja membuat bumbu kacang yang tidak begitu pedas, agar anak2 juga bisa menikmatinya, nah untuk orang dewasa yang menginginkan sensasi pedas kami siapkan irisan cabe.

Terimakasih atas semua kunjujngannya semoga berkenan..
Langganan:
Postingan (Atom)