Sabtu, 25 Desember 2010

Calon koki: "Manis seperti Dikasih Madu"


****Kalo ibu yang pake kaos putih berbando kacamata yang ini, beliau bolak-balik dan mondar -mandir 3 kali ke depan anglo (pembakaran sate khas ponorogo) dan akhirnya bertanya juga: "pa, kalo makannya dimana biar bisa menikmati sate sambil duduk???"

"didalam bu, samping mobil ada meja dan beberapa kursi yang sudah tersedia", wah ternyata dari depan spanduk besar tidak begitu tampak tempat duduk juga meja yang sudah kami sediakan....

Setelah selesai menyantap 1 porsi campur dan asyik berbincang2 dengan pengunjung lainnya, lalu beliau pamit dan tak lupa kami mintai komentar (mumnpung sempat), lalu beliau berkata:" Sate dan bumbunya sudah enak, tapi kurang pedas!!"

Oke bu, terimakasih atas kejadiaanya, kalo begitu Minggu depan akan kami geser sedikit agar lebih terlihat...


****SEdang seorang bapak yang membawa kedua anak diatas, mereka baru pertama kali mencoba sate ayam khas ponorogo ini dan alhamdulillah komentarnya juga OK!! alias cocok di lidah.


Mumpung masih pagi dan belum ramei pengunjung, jadi kami masih bisa ngobrol2 dengan para tamu, salah satunya gadis kecil yang pintar dan cantik ini.

*****Masih ku ingat 2 minggu yang lalu keluarga kecil dengan membawa serta seorang gadis manis kelas 1 SD datang untuk menikmati sate ayam ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun yang biasa stanbay di perempatan Cisangkuy-Cimanuk (Pojok taman lansia).

Minggu ini mereka datang kembali dan lansung ku tanya: " hai ade..... pa kabar? kalo g salah 2 Minggu yang lalu ade datang dan berkomentar " bu, ini satenya pake madu ya?" betul kan???


Dengan malu-malu dia menjawab: "he he he iya..... bu!"
Wah!! hebat!! anak kecil seumur kelas 1 sudah pintar merasakan masakan dan memberi komentar... Seyum manispun terlihat diwajahnya.


Lalu ibunya mendekati kami yang sedang asyik berbincang2 dan bercerita kalo anaknya memang suka sekali mencoba berbagai maacam makanan dan sering memberi komentar pada setiap makanan yang disantapnya!!


Dan kali ini Sate Atam Ponorogo Jebolan H. Tukri kami yang mendapat komentarnya
" Manisnya seperti dikasih madu"...

nah ini dia eksen adik kecil calon koki masa depan yang ternyata berdomisili di Jakarta







Alhamdulillah Minggu ini juga sudah kehabisan stok sate jam10.00, padahal sudah bawa lebih banyak dari Minggu yang lalu... Alhamdulillah, selain liburan sekolah, long weekend juga sepertinya menjadikan para pengunjung gasibu kian ramai..

Mohon maaf sekali lagi bagi para tamu yang datang ke stand kami dan belum bisa menikmati sate kali ini, semoga Minggu depan bisa berjumpa lagi.

Minggu, 19 Desember 2010

Peluang Kerjasama

Alhamdulillah Minggu ini Sate Ayam Ponorogo yang biasa standby diperempatan Cimanuk-Cisangkuy pulang jauh lebih awal dari biasanya pukul 10.30 sudah habis, mohon maaf bagi para tamu yang datang diatas jam 10.30 belum bisa menikmati sate ayam ponorogo kami kali ini, semoga Minggu depan bisa menikmati kembali dan tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kunjungannya.


Berikut pengalaman mengesankan bagi kami di minggu ini::::

1. Pesan lagi dan tinggal 1 porsi, ini dia fotonya


***Dua laki-laki dewasa yang membawa serta 2 anak kecil diatas memesan kembali 2 porsi setelah menghabiskan 2 porsi, secara yang pertama untuk anak2nya dan selanjutnya untuk bapak2nya, tapi sayang sungguh sayang cuma tersedia 1 porsi lagi, mohon maaf ya pak kalo minggu ini stok kami tidak bisa memenuhi pemesanan.

2. bapak yang berttopi hitam adalah bapak yang membuatkan spanduk, sedang yang pake rompi kakanya




***Selanjutnya ada seorang bapa yang tiba-tiba nongol dideoan anglo alias pembakaran khas ponorogo dan lansung bertanya: "Masih ingat dengan saya pa?", lupa-lupa inget pa, maaf bisa bantu kami untuk mengingatkan pa? ujar kami
"Saya yang bikin Spanduk yang terpasang ini loh!! jawab beliau.


"Ow ow ow , iya pa kami masih ingat sekali, terimaksih ya pa atas bantuan bikin spanduknya sampai sekarang masih terpakai... (-+3 tahun lalu kami buat, ya awal kami buka sate ini) dan waktu itu kami masih buka di Burangrang.

Kebetulan bapa pembuat spanduk ini juga orang Ponorogo jadi tidak asing lagi dan pernah mencoba waktu di Burangrang.


3. Pelanggang setia sate ayam ponorogo khas atiampela yang membawa serta anaknya dari Jakarta yang kebetulan sedang bewrlibur




***Nah, namanya Pak Bambang, beliau tinggal di Jakarta, tapi beliau sering di Bandung dan termasuk pelanggan kami yang selalu memesan sate spesial ATI AMPELA!!!!
dari pertama beliau datang dan menikmati sate ayam ponorogo ini memang beliau sudah mengajak kami untuk bekerjasama. Nah, dengan berjalannya waktu sekarang ini beliau bercerita sedang membangun semacam pujasera sekalian tempat pemancingan di Jatinangor sekitar STPDN dan UNPAD.

Dari pembicaraan minggu-minggu yang lalu beliau dengan sangat lebih serius mengajak kami untuk bekerja sama, mungkin ini salah satu proses jalan yang Allah beri untuk kami mengembangkan sate ponorogo ini... Semoga pembicaraan dan konsep-konsep yang beliau tawarkan bisa membuka peluang usaha bagi kami dan juga beliau. Amin


4. Pelanggan setia sate daging dada dan paha




***Seperti biasa bapa dan ibu sepasang suami istri pelanggan setia special daging datang kembali untuk memesan mbungkus, dan tak lama kemudian beliau berkomentar: "Wah, fotoku masuk nang blog ya???"

Kami jawab:"Iya pa, loh bapa sudah buka blognya?"
"Sudah lama kami tahu dan kami buka!", beliau menjawab dengan tegas. Terimakasih pa sudah menyempatkan buka-buka blog kami..


5. Rombongan kesluarga dari Jakarta





***Sesaat setelah kami bebenah stand, rombongan keluarga dengan mobil berletter B mendekati stnad dan memesan 5 porsi sate ayam, setelah beberapa saat menikmati salah satu dari mereka bertanya:"mba pake apa kok manis?",.
"pake gula merah mba" kami jawab'.
Dulu kayaknya ga semanis ini deh! tambahnya
"Oya!!! oke terimakasih atas masukannya, insyaallah kami akan segera cek kembali resep yang kami dapat dari sang empu sate" jawab kami.


Terimakasih atas kunjungannya.

Sabtu, 18 Desember 2010

Pilhan Sate Ayam asli Ponorogo



Sepertinya cuma sate ayam ponorogo yang memisahkan bagian-bagian daging ayam menjadi satu tusuk sate, dengan kekhasannya inilah para penggemar sate bisa langsung menikmati sensani cita rasa dari setiap tusuknya yang jelas berbeda.

Foto paling atas adalah fiti besek mungil yang unik dimana para pemesan yang mbungkus lebig dari 75 tusuk, bisa sebagai hantaran, oleh-oleh atau sekedar makan besar bersama keluarga tercinta.

Berikut foto-foto sate ayam asli ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun yang tersedia di stand kami:




1. Sate Campur

sate campur disini adalah satu porsi sate ayam ponorogo yang terdiri dari campuran daging (paha dan dada), kulit dan jeroan (atiampela)... Nah menu yang satu ini lebih banyak disukai karena para tamu akan merasakan semua bagian - bagian dari sate ayam asli ponorogo yang tersedia di stand kami..







2. Special Kulit

Kenapa kami tulis spesial, karena memang ada beberapa pengunjung yang memang pecinta sate kulit yang kalau ditambah dengan bumbu kacang waw, rasanya itu bikin lagi dan lagi.








3. Ati ampela + usus

Ati ampela dan usus yang sebelumnya direbus terlebih dahulu, sehingga ketika dibakar tidak akan khawatir kurang matang dan untuk mempermudah dalam proses penusukannya.

Dengan rasanya yang mantap membuat sate khas jeroan ini digemari bahkan ada satu pelanggan yang selalu memesan 1 porsi spesial atiampela.






4. Special daging

Dari mulai spesial daging yang terdiri dari daging paha atau dada, difilet terlebih dahulu walhasil spesial daging ini cocok sekali untuk orang yang mengurangi kolesterol karena asli daging full...tanpa lemak.




@harga kesemua menu sate yang tersedia di stand kami relatif terjangkau!!



Tunggu apalagi!! Silahkan mencoba dan menikmati sensasi citarasa khas ponorogo yang satu ini!
Silahkan datang ke gasibu (gedung sate bandung) tepatnya setiap hari Minggu pagi sampai siang di perempatan Cisangkuy-Cimanuk (Pojok taman lansia)....



Selamat mencoba!!!

Jumat, 03 Desember 2010

Sate Ayam Ponorogo mulai menjamur

Hari Minggu memang hari libur yang bisa dimanfaatkan untuk refreshing, baik tubuh, pikiran juga lidah yang kadang ingin juga merasakan aneka makanan nusantara yang sangat beragam, secara Indonesia punya banyak budaya plus makanan yang khas dari daerahnya masing2.

Termasuk Sate Ayam Ponorogo ini juga salahsatu dari kekayaaan kuliner Indonesia yang patut anda coba!!!

Dengan keunikan jenis sate yang ada di Indonesia, sate Ayam Ponorogo sudah mulai menjamur di beberapa kota besar seperti Jakarta, Riau, Kalimantan, Jogjakarta, Surabaya juga tak kalah kota kembangpun (Julukan untuk KOta Bandung) menjadi incaran kami untuk mencoba memperkenalkan kepada masyarakat sunda umumnya dan untuk mengobati rasa rindu pada masyarakat pendatang yang pernah bahkan tak asing lagi dengan makanan khas kota Reog ini.

Berikut beberapa pengunjung yang sempat kami mintai tanggapan ataw komentar bahkan bercerita langsung tentang keunikan sate ponorogo ini.


@nenek cantik yang satu biasa memesan special kulit yang berkomentar: bumbunya sudah dipatenkan kan mba? dan yang satu biasa pesan spesial daging.





@mba yuli dan suaminya ini orang bandung pertama kali nyobain sate khas temenku kok beda yaa enak sedang bapa pake kaos hitam beliau bercerita kalo baliau sering mendapat kiriman besek berisi 100 tusuk sebagai oleh rekannya yang baru mudik dari ponorogo.



@nah, bapa dan ibu sepasang suami istri ini biasa memesan sate special daging paha dan dada, ibunya sempat bertanya kepada kami:"mba, kacangnya diblender ya kok lembut sekali?"
kami jawab:" ga bu, kelamaan kalo diblender jadi kami gilingkan sajake pasar". Setiap Minggu beliau berdua datang untuk memesan sate spesial daging yang kami sediakan, katanya kalo ga bawa sate ayam ini, anaknya pasti nanayin... ha ha ha ha kasih ibu memeang sepanjang masa, ga kan pernah lupa anak.



Terimakasih kepada semua pengujung yang manikmati sate ayam ponorogo kami.

Minggu, 28 November 2010

Mungil & Unik





Mungil sekaligus unik untuk besek yang satu ini, besek kecil memanjang dengan muatan sebanyak 50 sampai 60 tusuk sate ayam ponorogo ini bisa dan cocok untuk hantaran, oleh-oleh atau sekedar MBESEK (beli banyak untuk di santap keesokan harinya bersama keluarga tercinta).

Dibahwah ini beberapa tips yang bisa dipraktekan bagi para penikmat sate ayam ponorogo yang MBESEK alias membeli dengan jumlah yang banyak dan ingin di makan untuk keesokan hari setelah pembelian:

1. Besek yang berisi sate biarkan sampai sate dingin
2. Masukan besek ke dalam lemari pendingi /kulkkas
3. Keesokan harinya apabila akan disantap, ambil beberapa tusuk sate yang akan disantap
4. Masukkan kedalam dandang/ tempat untuk mengukus yang airnya sudah panas,diamkan beberapa menit
5. Angkat sate ayam yang sudah dipanaskan
6. Beri bumbu kacang kering dengan air secukupnya hingga cair dan mengental
7. Santap bersama lontong atau nasi hangat


Demikian tips mbesek yang selama ini kami praktekan, semoga bisa dicoba!!!

Minggu, 21 November 2010

Idul Adha musimnya orang nyate

Masih cerita pengalaman minggu kemarin, 2 orang pemuda yang masih menggunakan helm di kepalanya mendekati mobil tempat stand Sate Ponorogo kami buka, tidak banyak basa-basi langsung mereka tanya: "bu, boleh beli bumbunya saja?" Langsung saja kami jawab boleh.

"Berapa harganya bu?" mereka melanjutkan pertanyaan.
Nah, saya juga bingung nih, mau dihargai berapa!!! awalnya mau kami kasih saja, tapi kok mereka pesen yang agak banyak -+ 2 tempat saus kacang ukuran besar yang biasa kami gunakan untuk para pelanggan yang ingin membawa sate kami untuk dimakan di rumah..

Kami tawarkan mereka untuk mencicipi saus kacang yang memang sudah dicairkan, sebelum kami bungkus saus kacang yang masih untuk _kering_ belum dicairkan.

"Bagaimana a?" kami tanya
Emm, enak bu!! sekalian lontongnya juga.
Ternyata usut punya usut mereka masih punya stok daging hasil dari pembagian Idul Adha beberapa hari yang lalu, wal hasil mereka ingin memberi citra rasa yang lebih dari bumbu sate ponorogo kami...

Ya... memang Idul Adha musimnya orang pada nyate, karna memang daging berlimpah jadi tidak salah kalo mereka juga ingin memanfatkan daging yang ada untuk nyate bareng temen2...

Selamat berbakar- bakar ria ya... semoga seru dan bisa menambah nikmat satenya..

Sabtu, 20 November 2010

Tombo Kangen alias Obat Rindu

Resiko berjualan di tempat terbuka yang kenetulan ga pake gazebo yaaa memang agak sedikit khawatir kalo hujan turun.

Sebetulnya bukan hanya kami yang merasa khawatir, tapi banyak para penjual yang lain yang pada riweh alias sedikit sibuk kalo hujan turun.

Minggu ini seperti biasanya Sate Ayam Asli Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobikun yang buka dari pagi sampai dengan siang mangkal di perempatan Cimanuk-Cisangkuy Pojok Taman Lansia Gasibu Gedung Sate (eit eit eit, bukan kami loh yah yang punya gedung tapi ini nama gedung yang digunakan sebagai kantor gubernur setiap hari kerjanya), nah kalo setiap hari Minggu tiba gasibu ini disulap jadi pasar kaget, bazaar dan apa aja namanya yang penting banyak berkumpul para pedagang dari keperluan sehari-hari, keperluan rumah tangga, berbagai macam kuliner khas nusantara dan masih banyak lagi yang lainnya, juga para pengunjung dari dalam kota Bandung sendiri dan luar Kota yang ingin sekedar jalan-jalan, cuci mata, lari pagi dan juga untuk mencicipi keanekaragaman kuliner khas nusantara termasuk Sate ayam ponorogo ini.


setelah beberapa saat terdengar suara adhan dhuhur berkumandang, langit terlihat begitu mendung dan para pedagangpun sudah wanti-wanti alias siap-siap untuk berbenah agar barang dagangan tudak terkena hujan,,,, Alhamdulillah pas mendung semakin gelap Sate Ayam Ponorogo kami sudah ludes terjaul habis.... Walhasil pas hujan mulai turun kami sudah siap untuk pulang setelah selesai berbenah perabotan yang kami pakai...


Terimakasih kami ucapkan kepasa para tamu yang menikmati Sate Ayam Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobikun ini, special buat Pak Bambang (pelanggan tetap JEROAN) yang minggu depan sudah akan pindah kembali ke Jakarta...

Dengan kehadiran Sate Ayam Asli Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobiukun ini kami berharap semoga cocok di lidah dan bisa mengobati rasa kangen anda untuk menyantap makanan khas kota reog ini...

Bagi siapa yang belum pernah mencoba, silahkan datang di hari Minggu....
Dijamin :
# Halal 100%
# Tidak mengandung bahan pengawet
# Tidak mengandung bahan penyedap rasa
# Dengan Bumbu 7 rupa yang beraroma khas
# Tidak ketinggalan Saus Kacang yang membuat lidah ingin lagi dan lagi

Selamat mencoba!!!

Minggu, 14 November 2010

Sudah di "PATENKAN" kan?



ini dia foto nenek cantik nan enerjik yang sedang menyantap pesanan special kulit di stand kami.... emmm mmak nyuss

seorang nenek cantik nan enerjik datang ke tempat kami untuk menikmati Sate Ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun yang buka setiap hari Minggu pagi sampai siang di GASIBU tepatnya di pojok Taman Lansia (perempatan cisangkuy-cimanuk) Bandung.


Dengan selera khasnya, beliau selalu memesan 10 tusuk kulit dan tak lupa pula beliau minta bungkus 20 tusuk spesial kulit untuk dimakan di rumah...

Beberapa kali nenek yang membawa serta 2 cucunya berkomentar: " Bumbu kacangnya itu enak banget loh bu!!!" kami pun tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih atas tanggapan juga komentar yang beliau lontarkan...


"Kalo mau pesen atau ingin makan sate selain hari Minggu bisa bu?" tanya beliau
"kalo dalam jumlah besar bisa bu, tapi kalo hanya beberapa porsi saja kami tunggu di hari Minggu saja dulu bu" jawab kami.

"Bumbu kacangnya sudah di PATENKAN kan bu?" tanya beliau
mendengar pertanyaan tersebut kami hanya terseyum manis saja..... sambil berbicara dalam hati he he he la wong kita juga belajar kok dulunya alias pentolannya yang ada di PONOROGO sana saja ga atau belum dipatenkan kok, apalagi kami yang masih terus berjuang untuk memperkenalkan Sate yang memang menurut kami bumbu-bumbu yang dibuat adalah bumbu yang spesial berbeda dengan sate- sate jenis lainnya.

Sebegitu sukanya nenek tadi dengan sate + bumbu yang sangat spesial dari Ponorogo ini, beliau mengaharap agar kami segera bisa buka setiap hari agar sewaktu-waktu beliau pengen menikmati bisa langsung datang deh...

Amin ya robbal' alamin semoga bisa terlaksana.

Terimakasih atas kunjungan juga komentarnya ya bu,,, kami tunggu minggu depan...

Selasa, 02 November 2010

Sudah kembali buka

Setelah ramadan berlalu, sate ayam ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun yang terletak di gasibu Bandung Jabar Barat sudah kembali buka setiap hari miinggu pagi di perempatan cisangkuy-cimanuk.... Monggo mampir...........

Kamis, 12 Agustus 2010

Tutup untuk sementara

Dalam rangka datangnya bulan Ramadhan Sate Ayam Ponorogo untuk sementara waktu tutup dan akan kembali buka setelah lebaran nanti, insya allah.

Mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, semoga bisamencapai takwa dihadapanya amin

Minggu, 25 Juli 2010

Peanut Sauce kok malah Coconut Sauce

Minggu ini ada kejadian yang lucu tapi jadi punya kenangan tersendiri.....

Seperti biasanya beberapa tusuk sate sedang dibakar diatas anglo yang selain bentuknya unik, anglo ini juga impor langsung dari Ponorogonya langsung, secara di Bandung belum pernah nemuin.....

Rombongan wisatawan dari korea (sepertinya) sedang menikmati salah satu icon baru Gasibu yaitu sekitaran kantor gubernur yang kalau hari Minggu disulap jadi tempat wisata kuliner, wisata belanja, wisata berkuda dan masih banyak lagi yang tersedia di gasibu.......

Sambil mereka melihat-lihat suasana yang lumayan ramai dipenuhi oleh para pengujung juga pedagang, ternyata mereka tertarik melihat kami yang sedang membakar SATE diatas pembakaran unik yang kami sebut ANGLO, mereka ngumpul -+ 10 orang tepat didepan pembakaran tersebut, kami juga ga tahu pemandunya kemana sehingga mereka langsung nanya-nanya perihal sate ponorogo ini: Ponorogo itu daerah mana???, satenya apa?, harganya berapa dll.

Secara kamipun menjelaskan dengan sekemampuan kami berbahasa inggris yang aduh.... malu sebenarnya alias acak kadul... yang bikin terkesan ketika kami meminta mereka untuk mencoba sambil kami suguhkan pula saus kacang yang biasa menemani sate ponorogo ini.... dan merekapun atusias untuk mencobannya.

Saking groginya dikerubuni banyak wisatawan mau bilang PEANUT SAUCE malah BILANG COCONUT Sauce... owalahhhhhh I'm sorry banget miss!!!!

Alhamdulillah makanan khas ponorogo ini sudah menarik salah satu pengujung luar negeri yang datang berkunjung ke gasibu dan memesan juga menikmatinya.... tank you very much sir!!!


Ini dia foto mereka yang lagi pada liat sate ponorogo yang sedang dibakar diatas ANGLO




Minggu, 18 Juli 2010

Jeruk kok makan jeruk

Judul yang dibuat memang jelas bukan aslinya, tapi sengaja biar lebih cepat dicerna dan difahami saja.

kejadiannya ditengah-tengah waktu senggang pada saat SATE PONOROGO ini buka seperti biasanya setiap Minggu pagi sampai siang di Gasibu pojok taman lansia tepatnya di perempatan Cisangkuy-Cimanuk, waktu itu kami sarapan dengan menu Sate Ayam Ponorogo yang kami buat sendiri, tiba-tiba seorang pelanggan datang dan minta dibakarkan sate ponorogo kami, dengan senang hati kami pending dulu santapan menu pagi itu.

Sambil membakar dan menyiapkan lontong juga bumbu saus kacang.... terucaplah kalimat: "mas, kok dimakan sendiri???" maksudnya: kok satenya dimakan sama penjualnya juga!

Lalu kami jawab: Lah kami juga alhamdulillah masih sangat menikmati sate ponorogo buatan kami sendiri pa. Ga bosen alias ga Blengger kalo orang jawa bilang.
Seketika kami semua tertawa bersama...

kebetulan beliau pesanan 1 porsi sate special daging dan 1 porsi special kulit tanpa lontong juga tanpa sus kacang

foto bibawah ini contoh sate special kulit dan special daging.




Terimaksih pa sudah mengunjungi warung kami, semoga berkenan.

Selasa, 29 Juni 2010

Foto Sate kami ada di Tribun Jabar

Kemarin, hari Selasa 29 Juni 2010 tepatnya di koran harian Tribun Jabar halaman 22 dengan judul "Lebih membumi dibanding Barbeque" foto Sate Ayam Ponorogo yang kami buat masuk bersamaan dengan foto penjual Sate Madura..

Redaksi mengungkapkan akan keanekaragaman Sate yang dimiliki Indonesia dengan kekhasannya masing-masing juga jenis makanan dari daging ayam yang dibakar ini punya aroma yang mengundang ketika dibakar, bahkan redaksi menjelaskan Sate lebih populer dibanding dengan Barbeque...



Foto dibawah ini sama dengan foto sate kami yang ada di blog Sate Ayam Ponorogo: Ponorogonya mana?







Para pecinta kuliner, khususnya sate yang menjadi menu tradisi orang Indonesia tidak ada salahnya untukn mencoba Sate Ponorogo dengan kekhasan saus kacang special, bumbu tujuh rupa sebelum ditusuk juga irisan daging ayam yang tipis membuat sate lebih empuk dan gurih yang cenderung manis setelah dicelupkan rebusan air gula pada saat proses pembakaran. Dan yang lebih special anda bisa pilih special daging, jeroan atau kulit.... mmmmm yummy.

Tidak perlu jauh2 datang ke Ponorogo, karena di Bandung sudah ada Sate Ayam Ponorogo yang buka setiap hari Minggu pagi samapi siang di Gasibu Tepatnya di Pojok Taman Lansia perempatan cisangkuy-cimanuk.

Bagi Anda yang ingin menikmati Sate Ponorogo bersama keluarga, rekan dan saudara dalam acara tertentu, bisa pesan lanssung ke nomor kontak kami di 022-7235093/0818310213. Kami bisa pesan - Antar - bakar ditempat acara anda punya.

Selamat mencoba dan menikmati!!!

Minggu, 27 Juni 2010

Silahkan mencoba Minggu depan

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Minggu ini kami pulang lebih cepat dari biasanya, kebetulan sekali karna siang inipun ada undangan pernikahan tetangga sebelah...Sepulangnya dari undangan yaaa bisa langsung buka blog dan nulis pengalaman jualan hari ini.

Seperti biasanya kami berangkat dari rumah pukul 06.00, alhamdulillah karena tidak begitu jauh jarak antara Kiaracondong - Gasibu, pagi2 kami sudah bisa stanby ditempat biasa Warung Sate Ponorogo Jebolan H. Tukri ini buka tepatnya di Pojok Taman Lansia, Perempatan cimanuk-cisangkuy Bandung.

Tidak lama setelah Pak Irfan membakar Sate Ponorogo beberapa pengunjung memesan dan menikmati sate hangat yang baru fresh dari pembakarannya, memang sensasi makan ditempat (andok) biasa orang jawa bilang membuat rasa Sate Ponorogo ini semakin yummy, lebih empuk, dan warnanya itu lebih mengkilat karna celupan gula pada saat membakar masih nampak begitu jelas.

Waktu sudah menunjukkan pukul 10.20, Sate Ponorogo kami alhamdulillah sudah ludes disantap para pengujung baru dan pelanggan.... Beberapa orang masih menanyakan stok Sate Ponorogo di warunmg kami... meski kami sudah terlihat beres-beres untuk tutup dan pulang....

Terimakasih atas kunjungannya kami ucapkan, semoga berkenan...
Mohon maaf kepada beberapa pengujung kecewa karena ga kebagian hari ini...
Silahkan datang hari Minggu depan, insyaallah !!!!

Sate Ponorogo Jebolan H. Tukri yang ada di bandung ini siap menerima pesanan untuk acara keluarga, dengan batas minimal kami siap antar dan bakar di tempat anda punya acara. Silahkan kontak kami di 022-7235093 atau 0818310213







Minggu, 20 Juni 2010

"Angkring & Anglo " import dari Ponorogo

Akhir tahun 2008 kami memberanikan diri untuk mencoba sesuatu yang belum pernah sama sekali kami lakoni yaitu "Jual makanan" yang kali pertama ini kami putuskan untuk ambil menu masakan khas dari Ponorogo yang terkenal dengan (Sate Ponorogo-nya)bu Tukri.

Untuk melengkapi persiapan, beberapa barang yang diperlukan memang sengaja import dari Ponorogo langsung, seperti :
* Ankring yang berfungsi untuk menyimpan barang2 termasuk sate, bumbu dll.
* Anglo yang berfungsi sebagai tempat pembakaran yang khas terbuat dari tanah liat.
* Tusuk sate yang terbuat dari lidi bukan bambu sehingga tusuk yang dihasilkan jauh lebih tipis dan lebih panjang.



Ini foto Angkring juga anglo yang pada awal-awal kami buka terpajang didepan stand kami yang terletak di jalan Burangrang no 16 Bandung.

Karena suatu hal, kami mencoba untuk beralih untuk buka hanya setiap hari Minggu di Gasibu yang tepatnya di perempatan cimanuk-cisangkuy Bandung. Walhasil Angkring yang biasa dipajang didepan stand belum bisa kami pergunakan lagi.





foto2 diatas adalah stand baru kami yang bertempat di gasibu di perempatan cisangkuy-simanuk.
Dari Angkring yang unik, Anglo khas terbuat dari tanah liat juga tusuk sate yang terbuat dari lidi membuat Sate Ponorogo semakin berbeda, apalagi cirarasanya....
silahkan datang dan mencoba!

Senin, 14 Juni 2010

Ponorogonya mana?



Satu keluarga yang terdiri dari 4 orang dewasa dan 2 anak-anak menghampiri "Warunge-Oemar" yang menyediadan Sate Ayam Asli POnorogo.. Salah satu dari mereka bertanya : "Ponorogonya mana?" spontan kami jawab "Jl Imam Bonjol tidak jauh dari alun-alun Ponorogo bu, ibu juga Ponorogo?" tambah kami.

Ibu yang bertanya tadi hanya diam dan menganggukkan kepalanya pertanda mengiyakan.
Satu ibu muda yang satu langsung memotong pembicaraan kami dengan penanyakan: Sate-ne Bu Tukri?????

"O, iya bu betul, silahkan duduk!. Aetelah melihat daftar menu yang tersedia salah satu ibu2 tadi langsung memesan 4 porsi sate campur untuk yang dewasa dan 1 porsi sate kulit saja untuk anak2..

Ternyata maksud mereka itu memastikan bahwa sate yang ini mengikuti resep sate bu Tukri. Secara di Ponorogo memang ada beberapa jenis sate baik yang terbuat dari ayam atau kambing..

Terimakasih kami ucapkan atas kunjungannya, semopga berkenan.
Bagi yang belum mencoba silahkan datang ke gasibu taman lansia perempatan cisangkuy- cimanuk setiap hari minggu atau hubungi kami di 022-7235093/0818310213 atas nama irfan.

Selasa, 08 Juni 2010

"Ayam Kampung"

Minggu kemarin 6 Juni seperti biasanya Sate Ayan Asli Ponrogo Jebolan H. Tukri Sobikun standbay di pojok Taman lansia tepatnya diperempatan cisangkuy-cimanuk.

Salah seorang pengunjung yang kebetulan memang asli Madiun dan menetap di Bandung bertanya kepada kami: "Kenapa tidak sekalian jual Dawet Jabungnya pa?"

Lalu spontan saja kami jawab:"belum pa, masih dalam tahap belajar".
Setelah selesai menikmati makanan khas ponorogo yang satu ini beliau menyarankan kepada kami "coba pake ayam kampung, pasti tambah nikmat, ga pa pa harga lebih mahal yang penting rasanya pa"...

"Iya, insyaallah kami akan coba-coba dulu, secara resep yang kami terima dari guru besarnya memang pakai ayam potong, jadi harus diujicoba dulu".. jawab kami.

Bagi siapa saja yang belum pernah atau sudah kangen dengan Sate Ponorogo, tidak usah jauh-jauh pergi dengan ongkos yang mahal. Sudah ada di Bandung dengan citarasa khas Ponorogo!

Silahkan datang atau kontak kami di 022-7235093/0818310213 an Irfan.

Senin, 31 Mei 2010

Hantaran untuk "Ibu Kost"



Sabtu kemarin, kakak kami yang sekarang tinggal di Depok memesan 50 tusuk Sate Ponorogo yang dipesan special untuk mantan Ibu Kostnya, karna memang kakak kami (Rina Rinso) dulu kuliah di ITB dan sempat jadi anak kost....

50 tusuk sate yang dipesan kami antar pada hari Minggu siang selesainya jualan di Gasibu...

Memang selain enak dimakan sendiri, apalagi FRESH dari pembakarannya (Anglo) yang diimpor langsung dari Ponorogo, Makanan khas Ponorogo yang satu ini juga cocok sebagai hantaran yang dibungkus dengan besek mungil..

Tunggu apalagi!!!!!!! silahkan mencoba Sate Ayam Ponorogo Jebolan H.Tukri Sobikun yang satu ini. Setiap Minggu di Gasibu tepatnya di perempatan cisangkuy-cimanuk dari pagi jam 07.00 sampai siang...... atau telefon ke 022-7235093/0818310213.

Terimakasih mba Rina Rinso yang sudah memesan sate kami untuk hantaran kepada Mantan Ibu Kostnya..

Rabu, 26 Mei 2010

95% rasa ala Bu Tukri




beberapa mingu yang lalu satu keluarga terdiri dari suami, istri beserta anak juga cucunya menghampiri tempat kami Sate Ponorogo yang terletak di Gasibu perempatan cisangkuy-cimanuk, terlihat kalo diantara mereka memang asli Ponorogo yang tidak asing dengan makan khasnya yang satu ini, sambil menikmati sate yang telah diasuguhkan, mereka terlihat membicarakan stiker Sate Ponorogo Jebolan H.Tukri yang tertempel di samping mobil pas sebelah mereka duduk...



Seselesainya mereka makan, langsung mereka minta kartu nama dan mengatakan: "Kalo ini memang betul Jebolan H.Tukri Sobikun,, Ya!!! Tidak salah pa! 95% rasanya dengan Sate yang dibikin di tempat aslinya Ponorogo sana!.

"Terimakasih atas tanggapannya pa!" semoga kami bisa menjaga citarasa dan keaslian sate ponorogo ini.

Minggu, 23 Mei 2010

Suka-suka Selera



Seperti biasanya bapak yang satu ini (-+ 56 tahun) tiap Minggu selalu menyantap sate yang menjadi makanan khas Kota Ponorogo di tempat kami.... kali ini beliau memesan 1 porsi (10) tusuk special jeroan + satu lontong yang agak empuk.....

Setelah beliau bertanya: "jual apa bu itu yang dikukus?" menanyakan tempat yang persis di sebelah kami berjualan.
saya jawab: "mungkin nasi yang dihangatkan pa?"
beliau bilang: sekali sate ponorogo tetap sate ponorogo!!
lau kami tertawa bersama dan memang bapak yang satu ini banyak ngobrol dan guyonnya...

Memang pada awalnya kami hanya menyiapkan daging dan kulit saja, tapi karena ternyata beberapa pelanggan memesan jeroan sehingga sekarang ini kami selalu menyiapkan....

Selera orang memang berbeda-beda, meski kebanyakan orang memilih special daging karna memang tidak sedikit sate yang dijual diluar sana yang mencampur daging dengan lemak/gajih) , dan sate ponorogo yang kami buat tidak mencampurnya alias tanpa lemak.

Tapi tidak sedikit juga orang yang memesan campur (daging, kulit,jeroan) yang memang terasa lebih berwarna ketika di lidah......

Sabtu, 22 Mei 2010

Selamat Datang "keluarga Besar"






Sore tadi seorang bapak menelfon kami di nomer kontak 0818310213, menanyakan :"Apa masih jualan Sate Ponorogo pa?". Kami jawab: "Masih pa".
"Tolong diantar nanti malam 50 tusuk ke jln Siti daerah Khalifah Apo ya" beliau meminta.
"Maaf pa sementara kami hanya jualan setiap hari Minggu saja di Gasibu" kami menjawab.
"Kalau begitu besok saja tidak apa-apa" Saut beliau...


Dengan nada suara dan logatnya kami tidak begitu asing ternyata beliau adalah Pelanggan Lama kami sewaktu masih di Burangrang. Entah tidak sengaja melihat blog, atau melihat mobil kami yang kebetulan terpasang stiker Sate Ponorogo atau MASIH MENYIMPAN NOMOR kami??! entahlah yang jelas beliau merupakan PELANGGAN LAMA sewaktu kami masih berjualan di Burangrang.....

Selamat Datang "Keluarga Besar"!!
Berawal dari sepasang suami istri yang datang ke tempat kami, maka merembet beberapa keluarganya ikut serta sering menikmati Sate Ponorogo yang kami buat, karena mereka memang keluarga besar cina asli Ponorogo.

Terimakasih atas pesasannya pa...

Jumat, 07 Mei 2010

Jeroan ..... Sate ponorogo makin mantab

Setusuk sate jeroan terdiri dari ati, ampela dan usus yang rasanya bikin ketagihan....
Setusuk sate kulit yang membuat sate makin gurih.......
Setusuk sate special dada dan paha tanpa lemak merupakan pilihan yang sangat cocok untuk siapa saja yang sedang mengurangi kolesterol.....

Sate Ponorogo ini dibuat dengan :
* racikan bumbu yang khas
* tanpa bahan pengawet
* tanpa penyedap rasa
* dijamin Halal

Silahkan mencoba Sate Ponorogo yang sudah ada di Bandung setiap hari minggu di gasibu (taman lansia) cimanuk-cisangkuy....

Telefon 022-7235093/0818310213

Senin, 03 Mei 2010

Sate Ponorogo "Jelas Beda"














Bagi orang yang belum pernah mencoba dan merasakan Sate Ponorogo, maklum kalo mereka menanyakan "Apa bedanya dengan sate-sate pada umumnya?"

Dari cara pemotongan tidak dadu melainkan dipotong memipih tipis untuk dada dan paha, sedang kulit dan jeroan (atiampela dan usus) direbus dahulu sebelum dipotong persegi.

Sebelum ditusuk dengan menggunakan tusuk sate dari lidi bukan dari bambu karena bentuknya yang lebih tipis agar tidak pecah, daging, kulit sereta jeroan dilumuri dahulu dengan bumbu yang sering kami bilang "bumbu tujuh rupa" yang dicampur dengan gilingan gula merah.

Karena sate sudah dibumbui terlebih dahulu, maka bagi anak-anak kecil bisa langsung menyantap setelah dibakar meski tanpa bumbu kacang..


Saus gurih dan manis yang khas terbuat dari kacang digiling halus akan membuat Sate Ponorogo Lebih Mantab dan "Jelas Beda". Tidak memakai kecap. Karena dalam proses pembakaran dicelupkan 2 sampai 3 kali ke dalam rebusab gula merah yang membuat sate manis dan berwarna kecoklat-coklatan.

Silahkan mencoba pada hari Minggu pagi sampai siang di Gasibu tepatnya di perempatan cisangkuy-cimanuk.... atau bila anda punya acara keluarga/arisan/pernikahan/khitanan kami siap mengantar dan membakar sate ditempat acara anda berlangsung....
Kontak kami di 022-7235083/0818310213

Senin, 29 Maret 2010

Jebolan H. Tukri Sobikun

Sebagai icon : "Jebolan H. Tukri Sobikun Gang Sate Ponorogo" sengaja kami buat, karena di Ponorogo sendiri ada beberapa macam sate yang sudah menjamur dan hampir semuanya disukai dengan khasnya masing-masing...





















Berawal dari seringnya keluarga kami memesan sate bu Tukri [biasanya kami panggil], kami ingin mencoba belajar langsung ke ahlinya para pembuat Sate Bu tukri bagaimana membuat sate, bumbu, lontong, cara mengiris daging yang memang berbeda dengan sate pada umumnya agar kami bisa mencoba memperkenalkan sate ayam khas ponorogo ini di Bandung karena kebetulan kami menetap di Bandung jawa barat.



Walhasil dari proses belajar kurang lebih 3 bulan kami memberanikan diri untuk buka di Bandung. Semoga dari ilmu yang kami dapat, kami bisa membuat kekhasan sate ponorogo bisa terjaga..



Tunggu apalagi ...........
Silahkan mencoba dan menikmati sate "Jebolan H. Tukri Sobikun gang Sate Ponorogo" yang ada di Bandung setiap hari Ahad dari jam 07.00 di perempatan jalan cimanuk (pojok taman lansia) gasibu atau kontak kami di 022-7235093/0818310213.


Kamis, 25 Maret 2010

Ngelirik Spanduk Sate Ayam Ponorogo

Minggu yang lalu seorang pengungjung {laki-laki separuh baya bersama keponakannya} dari Jakarta yang lagi melancong ke Bandung langsung menghampiri mobil Sate Ponorogo kami. Beliau bilang:"mba, padahal saya baru saja makan mie kocok loh" yang kebetulan standnya tidak jauh dari mobil kami. Tapi ga sengaja ngelirik mobil yang berspanduk SATE AYAM ASLI PONOROGO tanpa basa basi langsung beliau memesan 1 porsi + 1 lontong daging dan 1 porsi kulit+1/2 lontong, dan dalam waktu yang sangat singkat beliau terlihat begitu menikmat seperti yang kangeeeeen gitu {udah lama kali belum bisa menikmati}. Seperti biasa para pengunjung yang sudah kenal dengan makan khas PONOROGO ini nanya dimana tempat kami buka dari senin hingga sabtu. ya... semoga entah kapan dan dimana semoga kami bisa mendapat tempat yang strategis dan cocok. Amin

Kamis, 18 Maret 2010

Menikmati Sate Ayam Ponorogo

Sate ayam ponorogo paling enak dimakan sesaat setelah matang, baru diangkat dari pembakaran sate. Ditemani dengan lontong dan sambal kacang membuat sate ponorogo makin memanjakan lidah.



Akan tetapi kalau ingin membungkus sate untuk oleh-oleh keluarga atau kerabat sate ponorogo juga tetap nikmat untuk disantap. Sesaat sebelum disantap sate ayam bisa dikukus sebentar supaya hangat.

Untuk pembelian dengan jumlah tertentu, besek unik berisi sate, lontong dan bumbu (bisa bumbu kering atau bumbu basah, minta sesuai dengan selera anda) sangat sesuai dan pantas untuk dijadikan sebagai oleh-oleh.



Jadi tunggu apa lagi ?

Segera bergegas ke lapangan Lansia Gasibu di hari Ahad pagi atau telpon ke Irfan (0818310213) untuk pemesanan.

Senin, 01 Maret 2010

Resep Sate Ponorogo

Banyak variasi sate ayam yang beredar di Ponorogo dan mengklaim dirinya sebagai sate ayam ponorogo. Salah satunya adalah sate Ponorogo ala pak Tukri dari gang Sate di Ponorogo.

Jadi teman-teman, di kota Ponorogo ada 1 gang yang isinya penjual sate ayam semua, karena itu gang itu diberi nama gang sate.

Nah resep yang di bawah ini adalah resep sate ayam pak Tukri. Saking banyaknya peminat sate ayam pak Tukri, pak Tukri tidak membuka outlet. Sate ayamnya sudah habis terjual oleh orang yang pesan. Hebatnya lagi pak Tukri tidak pelit ilmu. Siapa saja yang mau belajar membuat sate ayam sangat diterima di rumahnya. Di rumah itu semuanya seluk beluk sate ayam terbuka lebar dan siap di pelajari, difahami dan di praktekkan untuk orang-orang yang ingin belajar. Tidak ada bumbu rahasia yang disimpan pak Tukri seorang diri. Semuanya di buka lebar.

Sebetulnya resep ini sudah ditampilkan di blog-ku tapi aku tampilkan lagi aja di sini supaya blog ini lebih lengkap.

Bumbu Sate

200 gr Bawang merah
200 gr Bawang putih
100 gr kemiri
100 gr lengkuas
1 kg garam

150 gr ketumbar

1 sdm jintan

(digiling)



Cara membuat :


Semua bahan kecuali garam digiling jadi 1. Setelah halus baru tambahkan garam.

Cara pakainya gimana ?


1. Campur 1 bagian bumbu sate dengan 2 bagian (atau 3 bagian) gula merah yg sudah digiling/sudah cair


2. Balurkan semua bumbu pada daging ayam yang sudah diiris dan dipotong.


3. Tusuk daging ayam dengan lidi atau tusuk sate.


4. Daging ayam siap dibakar.


5. Pertama bakar setengah matang, kemudian celup ke dalam larutan gula merah, bekar lagi, ulangi sampai proses mencelup ke larutan gula merah 3 kali. Bakar hingga matang.


6. Aduhhhh udah ngecessss nih…kepingin… (pdhl semalam dah makan sate, trus tadi pagi sarapan sate juga, duh…)



Nah sekarang bumbu kacangnya.

Bumbu Kacang

Bahan :


100 gr cabe rawit

200 gr cabe besar (keriting atau besar tergantung selera)

250 gr gula merah giling

2 kg kacang tanah sangrai, giling


Cara bikin :


1. Semua bahan kecuali kacang tanah digilnig sampai halus.

2. Campurkan bumbu halus dengan kacang tanah sangrai yang sudah digiling.



Kalau ada yang berkomentar kok garamnya banyak sekali ??

Maka di jawab sama adikku yang jualan sate, karena dari campuran bumbu itu yang digunakan hanya sedikit. Untuk 1 kg daging hanya diperlukan kurang lebih 1 sdm campuran bumbu itu. Jadi lumrahkan kalau jumlah garamnya terliaht banyak.

Segitu aja sharing tentang resep sate ayam ponorogo ala pak Tukri.

Kalau dirasa terlalu repot dan ribet membuat sendiri jangan ragu-ragu untuk telpon 0818-310213 dan bicara dengan Irfan untuk pesan sate ayam-nya oke...

Sip lah ditunggu pesanannya ya.

Kamis, 25 Februari 2010

Keistimewaan Sate Ayam Ponorogo

Apa sih bedanya sate ponorogo dengan sate pada umumnya ?

Mungkin begitu yang ada dalam benak setiap orang yang membaca "Sate Ayam Ponorogo"

Bedanya :

1. Daging sate-nya.




Daging sate ayam ponorogo ini belih bersih daripada sate ayam lain pada umumnya. Karena bumbu direndam dengan rempah-rempah pilihan (bukan hanya bumbu kacang dan kecap semata) kemudian dibakar dengan pembakaran khusus sehingga matang rata dan penampilannya tetap bersih (tidak hitam karena kecap atau bumbu kacang dan kecap).

Daging sate ayam ponorogo juga berbeda dengan sate ayam pada umumnya. Setiap tusuk sate terdiri dari 1 bagian ayam yang sama, misalnya bagian paha, dada, kulit. Jadi kalau anda sedang dalam program diet dan berusaha mengurangi lemak maka pilihlah daging bagian dada. Atau kalau ingin daging yang lebih juicy bisa pilih daging bagian paha. Dan kalau anda ingin menantang kolesterol bisa pilih sate bagian kulit yang berlemak. Dan setiap tusuk sate bagian dada atau paha bebas dari potongan lemak yang menganggu.

Apakah benar potongan lemak dari sate membuat sate lebih nikmat ? Sebetulnya tidak juga, karena sate ayam ponorogo yang tidak mengandung potongan lemak rasanya lezat dan bahkan lebih sehat dan hemat. Lebih sehat karena anda tidak mengkonsumsi lemak yang tidak perlu dan lebih hemat bila anda memang tidak suka lemak dan sering menyisihkan potongan lemak dari setiap tusuk sate dari sate ayam pada umumnya.




2. Bumbu sate.




Seperti disebutkan di atas, setiap tusuk sate mengandung daging ayam yang sudah direndam terlebih dahulu dengan rempah-rempah. Jadi dalam proses pembuatannya, setelah di potong sedemikian rupa, rempah-rempah dioleskan ke seluruh daging kemudian baru setelah itu dilakukan proses penusukan daging ke tusuk sate.

Pada saat dibakar daging sate yang sudah dibalur dengan rempah-rempah itu di celup ke dalam air gula sehingga tidak heran cita rasa sate ayam ponorogo cenderung manis. Tetapi jangan khawatir rasa manis itu tidak merusak cita rasa sate ayam ponorogo melainkan memperkaya rasa sate.

Kok bumbu sate-nya seperti bumbu pecel ??

Begitu kilah seseorang yang baru mengenal jenis sate ponorogo.

Bumbu kacang sate ayam ponorogo memang bersih, tidak hitam atau coklat. Sehingga akan nampak bahwa bahan utamanya adalah kacang tanah. Kacang tanahnya tidak digoreng dengan minyak melainkan disangarai atau digoreng tanpa minyak. Bisa anda bayangkan kelezatan kacang tanah goreng sangrai yang tidak terganggu dengan rasa minyak. Selain itu ada juga bumbu rempah lain yang menyertai saus kacang sehingga menambah kelezatan menyantap sate ayam ponorogo.


Selamat menikmati.

Selasa, 16 Februari 2010

Sate Ayam Ponorogo di Bandung

Sudah ada lho sate ayam Ponorogo di kota Bandung. Sate ayam ini dibuat sesuai dengan resepnya pak Tukri, salah seorang pengusaha sate di Gang Sate Ponorogo.

Setiap hari Ahad di sekitar lapangan Lansia Cilaki-Cisangkuy mobil yang jualan sate ini stand-by sejak pagi jam 7. Bisa dimakan sebagai menu sarapan pagi di hari Ahad setelah lelah berkeliling melihat-lihat situasi sekitar Gasibu.

Atau bisa juga dijadikan alternatif untuk menu brunch (antara breakfast dengan lunch) karena jam makan yang tanggung. Karena dibilang sarapan pagi sudah terlalu siang sementara kalau disebut makan siang belum terlalu siang.