Sabtu, 25 Desember 2010

Calon koki: "Manis seperti Dikasih Madu"


****Kalo ibu yang pake kaos putih berbando kacamata yang ini, beliau bolak-balik dan mondar -mandir 3 kali ke depan anglo (pembakaran sate khas ponorogo) dan akhirnya bertanya juga: "pa, kalo makannya dimana biar bisa menikmati sate sambil duduk???"

"didalam bu, samping mobil ada meja dan beberapa kursi yang sudah tersedia", wah ternyata dari depan spanduk besar tidak begitu tampak tempat duduk juga meja yang sudah kami sediakan....

Setelah selesai menyantap 1 porsi campur dan asyik berbincang2 dengan pengunjung lainnya, lalu beliau pamit dan tak lupa kami mintai komentar (mumnpung sempat), lalu beliau berkata:" Sate dan bumbunya sudah enak, tapi kurang pedas!!"

Oke bu, terimakasih atas kejadiaanya, kalo begitu Minggu depan akan kami geser sedikit agar lebih terlihat...


****SEdang seorang bapak yang membawa kedua anak diatas, mereka baru pertama kali mencoba sate ayam khas ponorogo ini dan alhamdulillah komentarnya juga OK!! alias cocok di lidah.


Mumpung masih pagi dan belum ramei pengunjung, jadi kami masih bisa ngobrol2 dengan para tamu, salah satunya gadis kecil yang pintar dan cantik ini.

*****Masih ku ingat 2 minggu yang lalu keluarga kecil dengan membawa serta seorang gadis manis kelas 1 SD datang untuk menikmati sate ayam ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun yang biasa stanbay di perempatan Cisangkuy-Cimanuk (Pojok taman lansia).

Minggu ini mereka datang kembali dan lansung ku tanya: " hai ade..... pa kabar? kalo g salah 2 Minggu yang lalu ade datang dan berkomentar " bu, ini satenya pake madu ya?" betul kan???


Dengan malu-malu dia menjawab: "he he he iya..... bu!"
Wah!! hebat!! anak kecil seumur kelas 1 sudah pintar merasakan masakan dan memberi komentar... Seyum manispun terlihat diwajahnya.


Lalu ibunya mendekati kami yang sedang asyik berbincang2 dan bercerita kalo anaknya memang suka sekali mencoba berbagai maacam makanan dan sering memberi komentar pada setiap makanan yang disantapnya!!


Dan kali ini Sate Atam Ponorogo Jebolan H. Tukri kami yang mendapat komentarnya
" Manisnya seperti dikasih madu"...

nah ini dia eksen adik kecil calon koki masa depan yang ternyata berdomisili di Jakarta







Alhamdulillah Minggu ini juga sudah kehabisan stok sate jam10.00, padahal sudah bawa lebih banyak dari Minggu yang lalu... Alhamdulillah, selain liburan sekolah, long weekend juga sepertinya menjadikan para pengunjung gasibu kian ramai..

Mohon maaf sekali lagi bagi para tamu yang datang ke stand kami dan belum bisa menikmati sate kali ini, semoga Minggu depan bisa berjumpa lagi.

Minggu, 19 Desember 2010

Peluang Kerjasama

Alhamdulillah Minggu ini Sate Ayam Ponorogo yang biasa standby diperempatan Cimanuk-Cisangkuy pulang jauh lebih awal dari biasanya pukul 10.30 sudah habis, mohon maaf bagi para tamu yang datang diatas jam 10.30 belum bisa menikmati sate ayam ponorogo kami kali ini, semoga Minggu depan bisa menikmati kembali dan tak lupa kami ucapkan terimakasih atas kunjungannya.


Berikut pengalaman mengesankan bagi kami di minggu ini::::

1. Pesan lagi dan tinggal 1 porsi, ini dia fotonya


***Dua laki-laki dewasa yang membawa serta 2 anak kecil diatas memesan kembali 2 porsi setelah menghabiskan 2 porsi, secara yang pertama untuk anak2nya dan selanjutnya untuk bapak2nya, tapi sayang sungguh sayang cuma tersedia 1 porsi lagi, mohon maaf ya pak kalo minggu ini stok kami tidak bisa memenuhi pemesanan.

2. bapak yang berttopi hitam adalah bapak yang membuatkan spanduk, sedang yang pake rompi kakanya




***Selanjutnya ada seorang bapa yang tiba-tiba nongol dideoan anglo alias pembakaran khas ponorogo dan lansung bertanya: "Masih ingat dengan saya pa?", lupa-lupa inget pa, maaf bisa bantu kami untuk mengingatkan pa? ujar kami
"Saya yang bikin Spanduk yang terpasang ini loh!! jawab beliau.


"Ow ow ow , iya pa kami masih ingat sekali, terimaksih ya pa atas bantuan bikin spanduknya sampai sekarang masih terpakai... (-+3 tahun lalu kami buat, ya awal kami buka sate ini) dan waktu itu kami masih buka di Burangrang.

Kebetulan bapa pembuat spanduk ini juga orang Ponorogo jadi tidak asing lagi dan pernah mencoba waktu di Burangrang.


3. Pelanggang setia sate ayam ponorogo khas atiampela yang membawa serta anaknya dari Jakarta yang kebetulan sedang bewrlibur




***Nah, namanya Pak Bambang, beliau tinggal di Jakarta, tapi beliau sering di Bandung dan termasuk pelanggan kami yang selalu memesan sate spesial ATI AMPELA!!!!
dari pertama beliau datang dan menikmati sate ayam ponorogo ini memang beliau sudah mengajak kami untuk bekerjasama. Nah, dengan berjalannya waktu sekarang ini beliau bercerita sedang membangun semacam pujasera sekalian tempat pemancingan di Jatinangor sekitar STPDN dan UNPAD.

Dari pembicaraan minggu-minggu yang lalu beliau dengan sangat lebih serius mengajak kami untuk bekerja sama, mungkin ini salah satu proses jalan yang Allah beri untuk kami mengembangkan sate ponorogo ini... Semoga pembicaraan dan konsep-konsep yang beliau tawarkan bisa membuka peluang usaha bagi kami dan juga beliau. Amin


4. Pelanggan setia sate daging dada dan paha




***Seperti biasa bapa dan ibu sepasang suami istri pelanggan setia special daging datang kembali untuk memesan mbungkus, dan tak lama kemudian beliau berkomentar: "Wah, fotoku masuk nang blog ya???"

Kami jawab:"Iya pa, loh bapa sudah buka blognya?"
"Sudah lama kami tahu dan kami buka!", beliau menjawab dengan tegas. Terimakasih pa sudah menyempatkan buka-buka blog kami..


5. Rombongan kesluarga dari Jakarta





***Sesaat setelah kami bebenah stand, rombongan keluarga dengan mobil berletter B mendekati stnad dan memesan 5 porsi sate ayam, setelah beberapa saat menikmati salah satu dari mereka bertanya:"mba pake apa kok manis?",.
"pake gula merah mba" kami jawab'.
Dulu kayaknya ga semanis ini deh! tambahnya
"Oya!!! oke terimakasih atas masukannya, insyaallah kami akan segera cek kembali resep yang kami dapat dari sang empu sate" jawab kami.


Terimakasih atas kunjungannya.

Sabtu, 18 Desember 2010

Pilhan Sate Ayam asli Ponorogo



Sepertinya cuma sate ayam ponorogo yang memisahkan bagian-bagian daging ayam menjadi satu tusuk sate, dengan kekhasannya inilah para penggemar sate bisa langsung menikmati sensani cita rasa dari setiap tusuknya yang jelas berbeda.

Foto paling atas adalah fiti besek mungil yang unik dimana para pemesan yang mbungkus lebig dari 75 tusuk, bisa sebagai hantaran, oleh-oleh atau sekedar makan besar bersama keluarga tercinta.

Berikut foto-foto sate ayam asli ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun yang tersedia di stand kami:




1. Sate Campur

sate campur disini adalah satu porsi sate ayam ponorogo yang terdiri dari campuran daging (paha dan dada), kulit dan jeroan (atiampela)... Nah menu yang satu ini lebih banyak disukai karena para tamu akan merasakan semua bagian - bagian dari sate ayam asli ponorogo yang tersedia di stand kami..







2. Special Kulit

Kenapa kami tulis spesial, karena memang ada beberapa pengunjung yang memang pecinta sate kulit yang kalau ditambah dengan bumbu kacang waw, rasanya itu bikin lagi dan lagi.








3. Ati ampela + usus

Ati ampela dan usus yang sebelumnya direbus terlebih dahulu, sehingga ketika dibakar tidak akan khawatir kurang matang dan untuk mempermudah dalam proses penusukannya.

Dengan rasanya yang mantap membuat sate khas jeroan ini digemari bahkan ada satu pelanggan yang selalu memesan 1 porsi spesial atiampela.






4. Special daging

Dari mulai spesial daging yang terdiri dari daging paha atau dada, difilet terlebih dahulu walhasil spesial daging ini cocok sekali untuk orang yang mengurangi kolesterol karena asli daging full...tanpa lemak.




@harga kesemua menu sate yang tersedia di stand kami relatif terjangkau!!



Tunggu apalagi!! Silahkan mencoba dan menikmati sensasi citarasa khas ponorogo yang satu ini!
Silahkan datang ke gasibu (gedung sate bandung) tepatnya setiap hari Minggu pagi sampai siang di perempatan Cisangkuy-Cimanuk (Pojok taman lansia)....



Selamat mencoba!!!

Jumat, 03 Desember 2010

Sate Ayam Ponorogo mulai menjamur

Hari Minggu memang hari libur yang bisa dimanfaatkan untuk refreshing, baik tubuh, pikiran juga lidah yang kadang ingin juga merasakan aneka makanan nusantara yang sangat beragam, secara Indonesia punya banyak budaya plus makanan yang khas dari daerahnya masing2.

Termasuk Sate Ayam Ponorogo ini juga salahsatu dari kekayaaan kuliner Indonesia yang patut anda coba!!!

Dengan keunikan jenis sate yang ada di Indonesia, sate Ayam Ponorogo sudah mulai menjamur di beberapa kota besar seperti Jakarta, Riau, Kalimantan, Jogjakarta, Surabaya juga tak kalah kota kembangpun (Julukan untuk KOta Bandung) menjadi incaran kami untuk mencoba memperkenalkan kepada masyarakat sunda umumnya dan untuk mengobati rasa rindu pada masyarakat pendatang yang pernah bahkan tak asing lagi dengan makanan khas kota Reog ini.

Berikut beberapa pengunjung yang sempat kami mintai tanggapan ataw komentar bahkan bercerita langsung tentang keunikan sate ponorogo ini.


@nenek cantik yang satu biasa memesan special kulit yang berkomentar: bumbunya sudah dipatenkan kan mba? dan yang satu biasa pesan spesial daging.





@mba yuli dan suaminya ini orang bandung pertama kali nyobain sate khas temenku kok beda yaa enak sedang bapa pake kaos hitam beliau bercerita kalo baliau sering mendapat kiriman besek berisi 100 tusuk sebagai oleh rekannya yang baru mudik dari ponorogo.



@nah, bapa dan ibu sepasang suami istri ini biasa memesan sate special daging paha dan dada, ibunya sempat bertanya kepada kami:"mba, kacangnya diblender ya kok lembut sekali?"
kami jawab:" ga bu, kelamaan kalo diblender jadi kami gilingkan sajake pasar". Setiap Minggu beliau berdua datang untuk memesan sate spesial daging yang kami sediakan, katanya kalo ga bawa sate ayam ini, anaknya pasti nanayin... ha ha ha ha kasih ibu memeang sepanjang masa, ga kan pernah lupa anak.



Terimakasih kepada semua pengujung yang manikmati sate ayam ponorogo kami.