Tadi malam seorang ibu yang mengaku bernama Shofi menelfon kami untuk memesan Sate Ayam POnorogo special daging (paha dan dada) untuk diantar ke Hotel Hyatt Bandung jam 12.oo
Alhamdulillah pesanan bisa diantar tepat waktu meski sempat miskomunikasi, secara Bu Shofi yang memesan masih ada acara di ITB, walhasil kami menunggu informasi selanjutnya untuk bisa bertemu dengan si pemesan.
Alhamdulillah sejam kemudian beliau mengabarkan bahwa sudah ada di Hotel, segera kamupun meluncur kesana.
Tak lama kami nenunggu di lobi, Bu shofipun menegur kami:" Pa irfan ya?"
Mungkin terlihat saja kalo kami membawa besek imut pesananan sate ponorogonya.
Wah, ternyata beliau mendapat no kontak kami dari kakaknya yang berdomisili di Jepang, menurut ceritanya, beliau pernah mengalami masa kecil di POnorogo tepatnya bertetanggaan dengan Bu Tukri Sobikun, sehingga tidak asing lagi dengan makanan khas POnorogo yang satu ini, untuk mengobati rasa rindunya terhadap sate ponorogo ini maka mumpung beliau ada di bandung segera beliau memesan sate kami untuk dibawa ke Jakarta secara memang beliau tinggal di Jakarta.
Terimaksih atas pesanannya bu Shofi, semoga berkesan.... dan bisa mengobati rasa rindunya..
Terimakasih pula kami ucapkan kepada kakak bu Shofi yang telah memberi informasi kepada adiknya akan keberadaan kami dari Jepang nan jauh disana.
Inilah salahsatu manfaatnya ada teknologi, sehingga blog atau apapun itu bisa semakin dekat untuk mendapat informasi.
Duh, saking asyiknya ngobrol sampai lupa minta dokumentasi..., walhasil uploadnya tanpa foto deh...
Sabtu, 12 Februari 2011
Info dari Jepang, minta diantar ke Hotel Hyaat Bandung
Selasa, 08 Februari 2011
Taburan irisan cabe Rawit

Sebenarnya sudah beberapa pengujung yang kami sediakan irisan cabe rawit untuk ditaburi diatas sate + lontong yang sudah disiram saus kacang karena permintaan mereka sendiri..
Nah pengalaman Minggu kemarin, saya khususnya ingin mencoba menaburi irisan cabe rawit tersebut untuk makan pagi di hari Minggu yang sebelumnya belum berani alias agak takut kalo liar langsung cabenya, secara penjualnya juga masih sangat suka dan menikmati sate ayam buatan sendiri... Alhamdulillah!!!
Wah........ ternyata bener sekali apa yang terlontar dari komentar mereka para pengunjung yang meminta irisan cabe rawit!! Sensasi Pedas yang membuat mata dan lidah langsing melotot bangun!!! Asli uenak tenan.......
Belum percaya???? Silahkan mencoba!!!
Pembuatan saus kacang yang cukup dan tidak begitu pedas memang sengaja kami buat, agar supaya semua orang bisa langsung menikmati, baik anak kecil maupun orang dewasa, nah untuk pecinta sate yang memang senang pedas sudah kami siapkan irisan cabe rawit yang bisa ditaburi diatas satenya...
Mengapa irisan cabe rawit dan bukan sambel?
untuk sementara kami lebih cocok memilih irisan cabe rawit langsung agar citarasa saus kacang dan sate tidak berubah..... Sedang untuk sambelnya kami sendiri belum mencobanya.
Kalo foto yang ini adalah tenda biru baru yang kami sediakan agar para pengujung yang andhok (makan ditempat) jauh lebih nyaman dari sebelumnya, secara kalo sudah siang lumayan panas dan sekarang alhamdulillah sudah tidak lagi.
Silahkan yang ingin mencoba makanan khas Ponorogo yang satu ini, datang dan nikmati setiap hari Minggu pagi sampai siang di Gasibu Bandung tepatnya diperempatan Cilaki-Cimanuk (Pojok Taman Lansia) dekat wisata kuda. atau hubungi kami di 022-7235093
Senin, 31 Januari 2011
Made in Bandung, Resep asli Ponorogo
Ada-ada saja komentar para pengunjung yang menikmati Sate Ayam Ponorogo Jebolan H. Turkri Sobikun yang standby di perempatan Cilaki-Cimanuk tepatnya di Pojok Taman Lansia Gasibu Bandung (daerah wisata kuda) yang buka setiap hari Minggu pagi sampai siang ini....
Seperti beberapa pengunjung yang lainnya yang kebetulan baru pertama kalinya menikmati makanan khas Ponorogo ini bertanya: "Apa yang membedakan sate Ponorogo dengan sate-sate pada umumnya?"
berikut beberapa penjelasan yang kami sampaikan:
1. Bumbu kacang ( saus kacang yang disiram diatas sate)
2. Bumbu 7 rupa yang diuleni pada irisan ayam sebelum proses penusukan
3. Celupan gula merah dalam proses pembakaran
4. Irisan yang khas, penusukan sate menurut katagori-katagorinya (daging, ati ampela dan kulit)
5. Tak lupa kami sampaikan tusuk yang terbuat dari lidi dan pembakaran sate yang khas dan unik yang sampai sekarang masih diimport dari Ponorogo, secara di bandung masih belum kami temukan keberadaannya.
Setelah kami menjelaskan beberapa perbedaan yang sangat mencolok dibanding dengan sate-sate pada umumnya, bapak yang telihat sangat ramah dan humoris ini lansung menyeletuk dengan tegas tapi dengan nada guyon alias bercanda:"Berarti yang ASLI cuma Tusuk sate dan pembakaraannya saja donk?????"
ha ha ha ha, sambil terseyum kami jawab:"Tentunya pa, secara bahan baku yang dibuat memang dibeli dan diproses di Bandung tapi yang pasti dengan menggunakan RESEP ASLI dari Ponorogo si empunya resep langsung pa!"
Kalo ayamnya dan bahan baku yang lainnya juga masih import wahhhh ga bakal bisa setiap Minggu buka pa! Seketika kami semua tertawa geli....
ini dia pose bapak ramah nan harmonis beserta keluarganya setelah menikmati dan berbincang2 sebentar bersama kami..

Kalau bapak yang satu ini beliau domisili di Kopo Bandung yang kebetulan ibunya asli Madiun, beliau mencaritakan beberapa pengalaman beliau dalam menikmati Sate Ayam POnorogo di beberapa tempat di bandung....

Keluarga dibawah ini juga asli Ponorogo, yang memang sangat tidak asing lagi bahkan nampak kuangen dengan makanan khas Ponorogo yang satu ini, ibunya berkomentar: Sudah enak, tapi kurang pedes bumbu kacangnya.
Memang kami sengaja membuat bumbu kacang yang tidak begitu pedas, agar anak2 juga bisa menikmatinya, nah untuk orang dewasa yang menginginkan sensasi pedas kami siapkan irisan cabe.

Terimakasih atas semua kunjujngannya semoga berkenan..
Seperti beberapa pengunjung yang lainnya yang kebetulan baru pertama kalinya menikmati makanan khas Ponorogo ini bertanya: "Apa yang membedakan sate Ponorogo dengan sate-sate pada umumnya?"
berikut beberapa penjelasan yang kami sampaikan:
1. Bumbu kacang ( saus kacang yang disiram diatas sate)
2. Bumbu 7 rupa yang diuleni pada irisan ayam sebelum proses penusukan
3. Celupan gula merah dalam proses pembakaran
4. Irisan yang khas, penusukan sate menurut katagori-katagorinya (daging, ati ampela dan kulit)
5. Tak lupa kami sampaikan tusuk yang terbuat dari lidi dan pembakaran sate yang khas dan unik yang sampai sekarang masih diimport dari Ponorogo, secara di bandung masih belum kami temukan keberadaannya.
Setelah kami menjelaskan beberapa perbedaan yang sangat mencolok dibanding dengan sate-sate pada umumnya, bapak yang telihat sangat ramah dan humoris ini lansung menyeletuk dengan tegas tapi dengan nada guyon alias bercanda:"Berarti yang ASLI cuma Tusuk sate dan pembakaraannya saja donk?????"
ha ha ha ha, sambil terseyum kami jawab:"Tentunya pa, secara bahan baku yang dibuat memang dibeli dan diproses di Bandung tapi yang pasti dengan menggunakan RESEP ASLI dari Ponorogo si empunya resep langsung pa!"
Kalo ayamnya dan bahan baku yang lainnya juga masih import wahhhh ga bakal bisa setiap Minggu buka pa! Seketika kami semua tertawa geli....
ini dia pose bapak ramah nan harmonis beserta keluarganya setelah menikmati dan berbincang2 sebentar bersama kami..

Kalau bapak yang satu ini beliau domisili di Kopo Bandung yang kebetulan ibunya asli Madiun, beliau mencaritakan beberapa pengalaman beliau dalam menikmati Sate Ayam POnorogo di beberapa tempat di bandung....

Keluarga dibawah ini juga asli Ponorogo, yang memang sangat tidak asing lagi bahkan nampak kuangen dengan makanan khas Ponorogo yang satu ini, ibunya berkomentar: Sudah enak, tapi kurang pedes bumbu kacangnya.
Memang kami sengaja membuat bumbu kacang yang tidak begitu pedas, agar anak2 juga bisa menikmatinya, nah untuk orang dewasa yang menginginkan sensasi pedas kami siapkan irisan cabe.

Terimakasih atas semua kunjujngannya semoga berkenan..
Minggu, 23 Januari 2011
Gasibu Heboh

Beberapa pelanggan yang langsung mengomentari bahwa mereka sudah menjadi pelanggan Sate Bu tukri kalo mereka pulang kampung.

salah satu usaha kami dalam mempromosikan makanan khas Ponorogo ini dengan menempelkan Stiker besar di belakang mobil.

Stand Sate Ayam Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobikun yang buka setiap hari Minggu pagi sampai siang di perempatan Cisangkuy-Cimanuk pojok taman lansia Gasibu Bandung.

Tepat tanggal 23 Januari 2010, Minggu ini ada penertiban gasibu, sudah bersiap siaga para petugas dari mulai Polisi, satpol PP dan kawan-kawananya khususnya sepanjang jalan Diponegoro (Pas depan gedung satenya), secara sudah seminggu yang lalu berita itu tersebar di media cetak red Tribun Jabar...
Pagi-pagi seperti biasanya kami datang, sengaja kami datang lebih awal 15 menit dari biasanya untuk antisipasi pergeseran lapak ( tempat mangkal) para pedagang di gasibu akibat penertiban tersebut yang diharapkan bisa memperlancar arus lalulintas, secara selama ini memang pas depan gedung sate lumayan macettt sekali yang disebabkan bludagnya para pengunjung, pedagang juga arus lalulintas.....
Alhamdulillah sesampainya ditempat biasa kami buka stand tidak nampak terlihat perubahan yang signifikan, meski keadaan lebih sepi, lengang... Tapi di sekitar stand kami sudah berdiri stand-stand yang lain seperti biasanya....
Ternyata kelengangan tidak berlangsung lama dan keadaan kembali seperti sebelum-sebelumnya, yahhh beginilah nasib para PKL kususnya kami yang sedang terus belajar dalam mengembangkan dan memperkenalkan Sate Ponorogo ini Bandung.... ( Seru aja, meski alhamduliullah bukan pas tempat kami tapi pengalam baru juga..))
Semoga suatu saat nanti kami bisa memiliki stand yang permanen, lebih nyaman dan lebih berkembang tentunya aminn...
Alhamdulillah dan terimaksih banyak tidak lupa kami ucapkan kepada para pengujung khususnya tamu yang menikmati Sate Ponorogo Jebolan H Tukri Sobikun kami, sehingga Minggu ini juga stok sate yang kami bawa habis.....
Bagi yang belum pernah mencoba silahkan datang atau hubungi kami di 022-7235093/0818310213 atas nama irfan.
Minggu, 16 Januari 2011
Tertarik dari Blog Sate

Ibu muda yang tinggal di Jatiluhur Ujungberung Bandung ini tidak sengaja bersama suaminya nyari-nyari makanan yang agak aneh di internet untuk suatu acara di rumahnya pada hari Sabtu, 15 januari 2010....
Berawal dari ketertarikan melihat blog sate ayam ponorogo jebolan H. Tukri ini, mereka tidak ragu untuk memesan 150 tusuk special daging meski sebenarnya mereka belum pernah tahu bahkan mencoba sate ayam ponorogo....
Alhamdulillah pesanan bisa diantar tepat waktu meski pemesanan terlalu mendadak yaitu malam sabtunya, kami ucapkan terimakasih atas pesanannya untu bapa dan ibu Dodi semoga cocok dan apabila berkenan untuk memesan lagi mohon untuk komfermasi 2 - 3 hari sebelumnya. Terimakasih.

3 Besek diatas adalah 2 pesanan mba Rina Rinso berisi 50 tusuk sate campur yang dikirim ke Depok dan 1 pesanan mba Prita Nurdiana berisi 70 tusuk special dada yang dikirim ke Mampang
yang sudah beberapa kali memesan untuk keluarganya.
Karena masih melalui perjalanan bandung-Jakarta, maka Bumbu kacang yang didalam kami beri yang kering alias belum dicairkan.
Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih, selamat menikmati bersama keluarga tercinta.
alhamdulillah dalam waktu yang bersamaan semua pesanan bisa terpenuhi.

Nah kalau foto diatas adalah mas-mas dan mba yang asli Suroboyo yang sudah menetap di Bandung kecuali yang pake kacamata cuma berkunjung saja.
karena di Surabaya sendiri sudah tidak asing lagi dengan makanan khas Ponorogo ini, mau tidak mau mereka alhamdulillah sangat menikmati sate ayam ponorogo kami. Teimaksih atas kunjungannya.
Silahkan datang untuk mencoba dan menikmati sensasi sate Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobikun kami lansung dari anglo (andhok) makan ditempat yang dijamin lebih maknyusss setiap hari Minggu pagi sampaio siang di perempatan Cisangkuy-Cimanuk dekat wisata kuda di pojok taman lansia gasibu...
Atau hubungi Irfan di 022-7235093 untuk pemesanan
Minggu, 09 Januari 2011
Satenya kok beda
kali ini kami ingin berbagi atas komentar bapak yang mengaku asli dari Kediri yang sudah berdomosili di Bandung ini.Kira-kira pas datang makan siang pukul 12an seorang bapak dengan tergesa-gesa memesan sate spesial dada+lontongnya untuk andhok alias makan ditempat yang tak lama kemudian menyusul putrinya untuk memesan 2 porsi sate spesial daging tanpa lontong.
Setelah selesai menikmati, bapak satu ini langsung dengan tegas mengomentari" kok beda ya dengan sate ponorogo yang biasa saya makan di ponorogo sana?"
Deg!!!! mak deg (duh sebegitunya ya hatiku) he he he, tapi asli baru kali ini kami mendapat komentar yang mantab seperti ini.
Tak banyak bicara langsung kami tanyakan apa yang beda pak?
"satenya itu loh kok tipis2 banget, kalo di Ponorogo san kan tebel2 trus bawang merah dan daun jeruknya ga ada ya bu?"
OO begitu pak, yang jelas dari proses pemotongan-penusukan-pembuatan bumbu 7 rupa-bumbu kacang-lontong yang kami peroleh dari sang empunya mbah tukri ya begini ini pak, cuma memang untuk ukuran satenya agak berbeda kami perkecil dari yang aslinya sana untuk penyesuaian bahan-bahan yang tersedia di Bandung pak"
Beliau menjawab: kalo saya belum pernah makan du Bu Tukri, ooo mungkin Bu Tukri punya kreasi juga kekhasan lain ya bu?"
"Ya pak, terimaksih atas masukannya dan kami akan coba cek and recek kembali.. Tak lupa kami pamit untuk mengambil fotonya untuk update di blog kami.
Sate Ayam Ponorogo Jebolan H Tukri Sobikun yang stanby setiap hari Mingggu pagi sampai siang tepatnya di Gasibu pojok taman lansia dekat wisata kuda pas perempatan cisangkuy-cimanuk Bandung ingin terus belajar dari setiap pengalaman yang terjadi teutama dari setiap komentar yang beragam...
Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua pengunjung, dan bagi anda yang belum pernah mencoba atau sekedar ingin mengobati rasa kangen akan makanan khas ponorogo ini silahkan datang ke gasibu. Dijamin anda akan bisa lebih menghemat waktu, tenaga juga transport anda karena tidak perlu jauh-jauh untu datang ke ponorogonya lansung. (he he he)
Senin, 03 Januari 2011
Pesanan ke Gegerkalong

Foto diatas adalah besek besar berisi 250 tusuk sate ayam khas ponorogo dengan bumbu siap santap alias sudah kami cairkan untuk mempermudah penyajian... tidak lupa kami ucapkan terimakasih atas pesanannya..
Tepatnya hari Kamis malam, 23 Desember 2010 seorang ibu atas nama Bu Lina memesan sate ayam ponorogo jebolan H. Tukri Sobikun kami sebanyak 200 tusuk daging, 50 tusuk kulit dan 25 buah lontong yang diminta untuk dikirim ke Gegerkalong waktu makan siang tepat di hari Natal tanggal 25 Desember....
Alhmdulillah beliau juga termasuk pelanggan yang beberapa kali datang ke gasibu untuk menikmati sate kami....
Sate Ayam Ponorogo Jebolan H. Tukri Sobikun siap menerima pesanan untuk acara keluarga atau yang lainya, silahkan hubungi kami di 022-7235093/0818310213 atas nama Irfan.
Langganan:
Postingan (Atom)